Sabtu, 10 Juni 2017

ANTARA ILMU DAN AKHLAK

ANTARA ILMU DAN AKHLAK

Ketika manusia sudah mempunyai banyak ilmu, tidaklah cukup baginya untuk memimpin sebuah peradaban. Bagaimana bisa sebuah bangsa dipimpin orang yang ahli dalam bidangnya ditambah lagi ilmu agama, namun rusak dalam tingkahnya?. Karena seberapa banyak ilmu yang kita miliki namun tidak adanya kendali untuk mempergunakannya secara benar, sama saja kita berkendara tanpa ada rem hanya menunggu waktu dimana kita akan terjatuh karena tidak bisa menghentikan laju yang telah kita kendarai. Memang benar bahwa Allah akan mengangkat derajat hambanya yang beriman dan  berilmu, namun perlu diingat bahwa Allah juga akan murka ketika ilmu yang telah dimiliki seorang hamba disalah gunakan dan Allah mengembalikannya pada tempat yang serendah-rendahnya. 

kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), (surah at-Tiin: 5)

semakin banyak ilmu yang kita kenal, maka semakin mudah mengetahui siapa sebenarnya kita karena ilmu adalah wujud cermin pribadi seseorang yang bisa dilihat dirinya sendiri maupun orang lain.
Akhlak merupakan pancaran dan hiasan dari sebuah ilmu, sedangkan ilmu adalah perwujudan dari akhlak itu sendiri. Sebagus apapun kualitas ilmu manusia, ketika dia tidak berakhlak tetaplah dia dalam posisi yang rendah....

ANTARA JABATAN DAN ILMU

ANTARA JABATAN DAN ILMU

Sistem pemerintahan sejatinya sudah ada pada masa-masa terdahulu, di dalamnya terkonsep istilah strukturalisasi, yang isinya adalah urutan posisi jabatan secara vertikal dari mulai bawahan sampai atasan.
Terlebih masa sekarang ini sistem pemerintahan sudah sedemikian rupa telah dijalankan dengan berbagai bentuknya, berbentuk demokrasi ataupun kerajaan.
Dalam prakteknya proses strukturisasi itu dijalankan bagaimana seorang atasan dan bawahan bahu membahu membangun sinergi dalam pekerjaannya; bekerja sama, bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja atas nama agama.

Jika bekerja atas nama agama pastilah yang menjadi landasan adalah kekuatan dua sumber hukum Islam yang terimplementasikan melalui Akhlak, bagaimana sikap saling menghargai dan menghormati atas posisi yang diamanahkannya tanpa ada rasa-merasa paling pintar, paling benar, paling berpengaruh dan lain sebagainya. Jika ini terjadi maka sinergitas dan kondusifitas dalam bekerja akan terganggu yang kemudian akan mempengaruhi ketercapaian visi misi serta tujuan yang diharapkan.

Atas dasar ini maka disinilah peranan ilmu dan akhlak menjadi barometer dalam menjalankan roda pemerintahan ataupun lembaga dan sejenisnya agar menjadi baik. Dengan ilmu, Akhlak dan proaktif yang tinggi seseorang akan bekerja bersama-sama dan saling mengisi kekurangan antar sesamanya sehingga terciptanya suasana kinerja yang penuh dengan keharmonisan, semangat, tanggung jawab, disiplin dan lainnya. Karena baik buruknya pemerintahan ataupun lembaga tergantung​ pada seberapa kuat dan solid para team struktural itu membangun, meningkatkan dan mempertahankannya untuk mencapai target yang diharapkan.
############################

Minggu, 07 Februari 2016

ANGKRINGAN

ANGKRINGAN
Malam ini saya sedang diangkringan, memang sengaja dari rumah sudah diniatkan guna mencari suasana makan yang berbeda.

Apa yang terbersit dalam pikiran kita ketika mendengar kata"AnGkRiNgAn"?
1. Nasi Kucing
2. Sate Telor puyuh
3. Wedang Susu Jahe
4. Sate Usus
5. Dll......
Angkringan merupakan warung makan alternatif dengan kekhasannya, di mana makanannya disajikan dalam sebuah gerobak. Jenis makanannya pun tidak terlalu banyak tapi bervariasi. Selain yang disebutkan di atas ada gorengan, tempe tahu bacem, kepala ayam, ceker dll.

Kalau tidak salah warung Angkringan ini asalnya dari solo. Dalam perjalalan karirnya ternyata angkringan tidak hanya ada di Solo saja namun sudah berekspansi di mana-mana termasuk yang sedang saya kunjungi ini ada di wilayah kawasan Industri Jababeka Cikarang Bekasi. Sungguh luar biasa, keberadaannya sudah menyebar dimana-dimana.

Ketika berada diangkringan saya teringat waktu kuliah di Yogyakarta. Hampir setiap hari saya makan diangkringan karena saya menilai makan diangkringan tidak terlalu mengeluarkan anggaran yang begitu banyak dan sesuai dengan kondisi perekonomian saya pada waktu itu.

Suatu hari pernah saya bertanya kepada salah satu pedagang angkringan, berpa pendapatan perhari jualan angkringan? Saya kaget dengan jawaban si penjual yang ternyat pendapatannya melebihi gajih pegawai. Kenapa bisa seperti itu, karena dia tidak hanya memiliki satu gerobak saja namun memiliki banyak cabang.

Maka dari itu tidaklah kita memandang sebelah mata terhadap profesi apapun. Apa yang kita lihat angkringan biasa-biasa saja ternyata omsetnya luar biasa.

Sabtu, 30 Januari 2016

KESALAHAN SEJARAH

Indonesia sebagaimana kita tahu memiliki keanekaragaman Suku, Budaya dan Bahasa. Statement ini sudah diakui oleh seluruh negara yang ada di jagad raya. Ini semua terjadi karena ada pelaku sejarah yang membuat negara Indonesia khususnya terkenal dengan keanekaragaman. Merupakan kebanggaan dan apresiasi yang tidak bisa diniali oleh apapun terkait pengakuan yang diberikan dunia atas kekayaan budaya yang ada di Indonesia. Satu sisi kita bangga terhadap prilaku si pembuat sejarah dengan predikat negara produksi sejarah. Tapi di sisi lain ada hal yang patut dikaji kembali terhadap si prilaku sejarah yang pernah diukir dan bahkan menjadi tradisi di berbagai lembaga/intansi. Tapi dalam hal ini tidak semua melakukan tradisi tersebut dan bahkan tidak mencontoh serta berharap sejarah/tradisi itu hilang-lang-lang dan musnah. Karena sejarah yang dimaksudkan jika itu tetap ada dan membudaya akan mengakibatkan dampak yang besar terhadap prilaku manusia secara umum dan ujungnya sebuah kehancuran; Tradisi/sejarah APA Itu? Indonesia terkenal dengan Istilah "JAM KARET" Bagaimana dalam setiap kesempatan pertemuan-pertemuan, rapat-rapat, event-event dan lain sebagianya, ketidak disiplinan waktu senantiasa mewarnai pada setiap kesempatan kegiatan. Example dalam melaksanakan acara;
1. Mulai 07.00, yang terjadi 08.00
2. Mulai 07.30, yang terjadi 08.30
3. Mulai 08.00, yang terjadi 09.00 Yang lebih parah lagi
4. Mulai 08.00, yang terjadi 11.00

Sungguh sangat luar biasa bagaimana hal-hal di atas senantiasa dilakukan dan bahkan menjadi budaya di Indonesia. Semoga tulisan di atas ada manfaat....

Sabtu, 23 Januari 2016

MOTIVASI MEMBACA AL-QURAN

MENGAPA MALAS MEMBACA AL-QURAN

Al-Quran merupakan kitabullah yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril.
Dalam peranannya Al-Quran merupakan petunjuk bagi seluruh hamba Allah baik muslim maupun non muslim.

Dari pengertian & peranan Al-Quran di atas sudah jelas bahwa perjalalan hidup manusia haruslah berstandarkan Al-Quran. Dengan mengikuti petunjuknya yakinlah tidak ada manusia yang tersesat dalam hidupnya.
Realitasnya tidaklah demikian. Begitu mirisnya jika kita melihat kondisi zaman sekarang ini;
1. Al-Quran tidak lagi menjadi pedoman tapi Demokrasi & Skulerisasi & Liberarisasi yang menjadi rujukan.
2. Al-Quran tidaklah dibaca, yang ada hanyalah dijadikan hiasan di lemari, bahkan ada yang dibiarkan di tempat yang tidak selayaknya samapi penuh dengan debu.
3. Sedikit sekali  bahkan nyaris jarang terdengar lantunan  bacaan Al-Quran terdengar di rumah-rumah tapi yang terdengar adalah musik-musik yang tidak memberikan faidah kepada kita, tidak hanya itu tontonan televisi yang tidak memberikan tuntunanpun pun ikut meramaikan suasana rumah.

Tiga hal di atas semoga menjadikan perhatian buat kita semua.

Lalu apa penyebab dari 3 hal di atas?

Jika kita lihat dari 3 hal di atas betapa semakin menurunnya antusias masyarakat dalam mencintai Al-Quran. Diantara penyebabnya adalah;
1. Faktor keimanan yang rendah.
2. Tidak adanya keinginan yang kuat untuk mempelajari Al-Quran.
3. Berada dan terbawa oleh lingkungan yang tidak agamis.
4. Tidak adanya sosok di lingkungan rumah yang dapat  memberikan tauladan bagi keluarganya dalam mencintai Al-Quran.
5. Jarangnya mengikuti kajian-kajian keislaman.

Begitulah hal-hal yang membuat tidak adanya motivasi untuk membaca Al-Quran.
Padahal kurang model bagaimana lagi al-Quran dibuat pada zaman sekarang ini, sudah dibuat/dirancang sedemikian rupa supaya al-Quran itu dicintai dan dibaca;
1. Dicetak berupa standar
2. Dicetak berikut terjemah
3. Dicetak per lafaz berikut arti per lafaz
4. Dicetak berwarna yang dilengkapi ilmu tajwidnya
5. Dicetak 3 in One (al-Quran, tarjamah & mukhtasor tafsir)
6. Dicetak secara digital
7. Dicetak di HP
8. dll....masih banyak lagi jenis cetakan al-Quran.

Meskipun al-Quran sudah dicetak sedemikian rupa tidaklah membuat masyarakat tergiur untuk menacadan mempelajari al-Quran.
Semoga bermanfaat.......