Sabtu, 30 Januari 2016

KESALAHAN SEJARAH

Indonesia sebagaimana kita tahu memiliki keanekaragaman Suku, Budaya dan Bahasa. Statement ini sudah diakui oleh seluruh negara yang ada di jagad raya. Ini semua terjadi karena ada pelaku sejarah yang membuat negara Indonesia khususnya terkenal dengan keanekaragaman. Merupakan kebanggaan dan apresiasi yang tidak bisa diniali oleh apapun terkait pengakuan yang diberikan dunia atas kekayaan budaya yang ada di Indonesia. Satu sisi kita bangga terhadap prilaku si pembuat sejarah dengan predikat negara produksi sejarah. Tapi di sisi lain ada hal yang patut dikaji kembali terhadap si prilaku sejarah yang pernah diukir dan bahkan menjadi tradisi di berbagai lembaga/intansi. Tapi dalam hal ini tidak semua melakukan tradisi tersebut dan bahkan tidak mencontoh serta berharap sejarah/tradisi itu hilang-lang-lang dan musnah. Karena sejarah yang dimaksudkan jika itu tetap ada dan membudaya akan mengakibatkan dampak yang besar terhadap prilaku manusia secara umum dan ujungnya sebuah kehancuran; Tradisi/sejarah APA Itu? Indonesia terkenal dengan Istilah "JAM KARET" Bagaimana dalam setiap kesempatan pertemuan-pertemuan, rapat-rapat, event-event dan lain sebagianya, ketidak disiplinan waktu senantiasa mewarnai pada setiap kesempatan kegiatan. Example dalam melaksanakan acara;
1. Mulai 07.00, yang terjadi 08.00
2. Mulai 07.30, yang terjadi 08.30
3. Mulai 08.00, yang terjadi 09.00 Yang lebih parah lagi
4. Mulai 08.00, yang terjadi 11.00

Sungguh sangat luar biasa bagaimana hal-hal di atas senantiasa dilakukan dan bahkan menjadi budaya di Indonesia. Semoga tulisan di atas ada manfaat....

Sabtu, 23 Januari 2016

MOTIVASI MEMBACA AL-QURAN

MENGAPA MALAS MEMBACA AL-QURAN

Al-Quran merupakan kitabullah yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril.
Dalam peranannya Al-Quran merupakan petunjuk bagi seluruh hamba Allah baik muslim maupun non muslim.

Dari pengertian & peranan Al-Quran di atas sudah jelas bahwa perjalalan hidup manusia haruslah berstandarkan Al-Quran. Dengan mengikuti petunjuknya yakinlah tidak ada manusia yang tersesat dalam hidupnya.
Realitasnya tidaklah demikian. Begitu mirisnya jika kita melihat kondisi zaman sekarang ini;
1. Al-Quran tidak lagi menjadi pedoman tapi Demokrasi & Skulerisasi & Liberarisasi yang menjadi rujukan.
2. Al-Quran tidaklah dibaca, yang ada hanyalah dijadikan hiasan di lemari, bahkan ada yang dibiarkan di tempat yang tidak selayaknya samapi penuh dengan debu.
3. Sedikit sekali  bahkan nyaris jarang terdengar lantunan  bacaan Al-Quran terdengar di rumah-rumah tapi yang terdengar adalah musik-musik yang tidak memberikan faidah kepada kita, tidak hanya itu tontonan televisi yang tidak memberikan tuntunanpun pun ikut meramaikan suasana rumah.

Tiga hal di atas semoga menjadikan perhatian buat kita semua.

Lalu apa penyebab dari 3 hal di atas?

Jika kita lihat dari 3 hal di atas betapa semakin menurunnya antusias masyarakat dalam mencintai Al-Quran. Diantara penyebabnya adalah;
1. Faktor keimanan yang rendah.
2. Tidak adanya keinginan yang kuat untuk mempelajari Al-Quran.
3. Berada dan terbawa oleh lingkungan yang tidak agamis.
4. Tidak adanya sosok di lingkungan rumah yang dapat  memberikan tauladan bagi keluarganya dalam mencintai Al-Quran.
5. Jarangnya mengikuti kajian-kajian keislaman.

Begitulah hal-hal yang membuat tidak adanya motivasi untuk membaca Al-Quran.
Padahal kurang model bagaimana lagi al-Quran dibuat pada zaman sekarang ini, sudah dibuat/dirancang sedemikian rupa supaya al-Quran itu dicintai dan dibaca;
1. Dicetak berupa standar
2. Dicetak berikut terjemah
3. Dicetak per lafaz berikut arti per lafaz
4. Dicetak berwarna yang dilengkapi ilmu tajwidnya
5. Dicetak 3 in One (al-Quran, tarjamah & mukhtasor tafsir)
6. Dicetak secara digital
7. Dicetak di HP
8. dll....masih banyak lagi jenis cetakan al-Quran.

Meskipun al-Quran sudah dicetak sedemikian rupa tidaklah membuat masyarakat tergiur untuk menacadan mempelajari al-Quran.
Semoga bermanfaat.......